Saturday, 4 January 2014

Tips Agar Tidak Malas Pergi Kuliah

Kepala lagi suntuk nih, tidak ada ide buat bikin postingan tapi saya harus mencapai target untuk ngebuat postingan setiap hari minimal satu biji aja deh yang penting ada. Hmmmm... okelah pada kesempatan kali ini saya akan membuat postingan mengenai tips untuk para mahasiswa agar rajin pergi ke kampus, kan banyak tuh mahasiswa yang malas pergi ke kampus dan akhirnya mereka menjadi MAPALA (eits.. bukan singkatan dari mahasiswa pencinta alam yah, tapi singkatan dari MAhasiswa PAling LAma). semoga saja postingan ini bisa menjadi pancingan agar ide membuat postingan lainnya datang.

Langsung saja deh, tips ini saya himpun dari berbagai sumber sewaktu saya kuliah dulu. narasumbernya beberapa teman-teman yang lumayan rajin masuk kuliahnya, ini dia tipsnya


Baca Selengkapnya Di : http://catatankaki06.blogspot.com/2013/09/tips-agar-tidak-malas-pergi-kuliah.html#ixzz2pPqgNxZI


1. Ingat Orang Tua

Dari beberapa tean yang saya tanya, ada diantara mereka yang rajin pergi kuliah disebabkan mereka mengingat pengorbanan orang tuanya yang ada di kampung untuk mencarikan uang kepada dia, coba bayangkan jika kita kuliahnya hanya bermalas-malasan saja sedangkan orang tua kita tidak pernah malas mencarikan uang kepada anaknya hanya untuk melihat anaknya tersebut menjadi sarjana dan dapat mendapat kerja yang layak.

2. Takut Ketinggalan Pelajaran

Ada juga teman saya yang berpikiran bahwa jika kita malas masuk kampus maka kita akan ketinggalan pelajaran, mungkin kita dapat melihat catatan teman tapi mungkin catatan dari teman beda penjelasannya jika kita mendengar langsung dari dosen yang mengajar.

3. Punya Pacar Di Kampus

Tips berikut sebagian besar banyak peminatnya, mereka datang di kampus hanya karena pacar mereka juga ada dikampus, apa lagi jika pacarnya itu satu fakultas atau satu kelas pasti dia akan merasa gengsi jika malas-malasan ke kampus.

4. Kangen Sama Teman-Teman

Kangen sama teman-Teman juga sangat baik untuk mempengaruhi kita untuk rajin ngampus, sangat beda memang jika kita bertemu diluar dengan kita bertemu dikampus, pasti ada sesuatu yang sangat lain.

Itu dia beberapa tips yang dapat anda gunakan untuk memotivasi anda untuk rajin pergi kuliah, pesan saya jangan malas pergi kuliah, jika anda mempunyai tips-tips jitu lainnya silahkan berbagi kepada kami dengan cara menuliskannya pada kotak komentar yang ada dibawah, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk para pembaca khususnya bagi para mahasiswa yang sedang kuliah. nantikan dan ikuti terus artikel-artikle bermanfaat lainya dari kami http://catatankaki06.blogspot.com/. (Wassalam)


Baca Selengkapnya Di : http://catatankaki06.blogspot.com/2013/09/tips-agar-tidak-malas-pergi-kuliah.html#ixzz2pPqkJmyW

Friday, 3 January 2014

4 Dampak Buruk Terlalu Cinta Pada Kekasih


Cinta datang dan pergi tanpa diduga, saat Anda menginginkan datangnya cinta begitu jauh harapan itu akan terjadi, namun saat Anda tidak menginginkannya justru cinta hadir dalam sekejap. Yaahh begitulah misteri cinta. But anyway.. saya kembali membuat postingan untuk update blog ini setelah sekian hari tidak melakukannya. Semoga para pembaca masih tetap setia dengan blog fakta pacaran ini yaah.

Kali ini saya akan memaparkan 4 dampak buruk terlalu cinta pada kekasih. Saat cinta sudah melekat memang terasa begitu indah. Berbagai perjuangan dan pengorbanan rela dilakukan demi mempertahankan rasa cinta yang sedang melanda. Akan tetapi tahukan Anda bila terlalu cinta itu akan berdampak buruk terhadap kehidupan Anda. Apalagi cintanya hanya sebatas cinta kepada pacar, belum sah! :D
nilah 4 dampak buruk terlalu cinta pada kekasih seperti yang ditulis oleh wolipop.detik.com berikut ini
 
1. Tak Punya Kehidupan Sosial
Sangatlah tidak bijak apabila Anda selalu menghabiskan waktu bersama dengan si calon kekasih atau kekasih. Hal ini hanya akan membuat Anda terlihat sangat ‘mudah’ didapatkan olehnya. Meluangkan waktu bersama tiap minggunya sudah cukup dan usahakan tetap memiliki kehidupan sosial yang terpisah.

2. Mengesampingkan Keluarga
Banyak wanita yang sedang menjalin hubungan cinta lebih mementingkan kekasih dibandingkan keluarganya. Anda pun lebih memilih pergi dengan pasangan dibandingkan menghadiri acara keluarga dengan keluargan besar. Anda perlu ingat, keluarga harus tetap diprioritaskan karena merekalah yang selalu ada dalam kondisi apapun.

3. Rela Dijadikan Asisten
Ketika si dia sering kali meminta bantuan untuk menyelesaikan urusannya, Anda harus ingat status Anda adalah pacar dan bukan asistennya. Berikan peringatan tegas kepadanya, dan biarkan ia membuktikan diri kalau memang pantas menjadi pendamping Anda, bukan atasan.

4. Pamer Kemesraan
Anda pasti senang ketika kekasih Anda melakukan hal-hal romatis dengan mengirim bunga atau membelikan hadiah-hadiah lainnya, tetapi bukan berarti itu semua bisa diceritakan ke semua orang. Akan dimaklumi bila Anda adalah pasangan baru, namun akan terlihat menganggu kalau Anda selalu 'pamer' akan hal itu. Bukankah lebih baik kalau itu menjadi rahasia Anda dan pasangan?
 

Pilih Mana, Diputusin Atau Mutusin

 

Lebih baik mutusin?

Bila Anda menjadi pihak yang memutuskan, maka Anda akan merasa lega karena akhirnya bisa putus juga setelah sekian lama berkutat dengan masalah. Bebas dan lepas dari segala beban masalah yang membuat hidup jadi stress selama ini. Lega karena akhirnya berani mengambil keputusan setelah berbulan-bulan menunggu waktu yang tepat dan memikirkan cara yang paling halus.
Tapi pihak yang memutuskan biasanya akan menjadi pihak yang disalahkan, dianggap tak berperasaan, karena pihak yang diputuskan merasa dirinya menjadi korban dan dicampakkan.

Karena itu, bila Anda menjadi pihak yang memutuskan, kemungkinan besar Anda akan merasa bersalah ketika kekasih Anda menangis di hadapan Anda dan memohon untuk diberikan kesempatan sekali lagi. Anda akan merasa kasihan, dan akhirnya memberikannya kesempatan sekali lagi karena tidak tega melihat wajahnya yang memelas. Ketika itu terjadi, kecenderungannya adalah Anda akan merasa menyesal telah memutuskan kekasih Anda, merasa ragu atas keputusan Anda. Apalagi ketika Anda melihat mantan Anda dekat dengan orang lain, wah rasanya menyesal bukan main!

Lebih baik diputusin?

Bila Anda menjadi pihak yang diputuskan, maka Anda akan terbebas dari rasa bersalah. Karena sebagai “korban” Anda bisa menyalahkan kekasih Anda sebagai pihak yang tidak mau mempertahankan hubungan ini. Anda bisa berdalih dan meyakinkan diri Anda sendiri, bahwa Anda masih ingin memperbaiki hubungan tersebut tapi dia lah yang tidak mau memberikan kesempatan. Sebagai “korban”, Anda akan mendapatkan simpati banyak orang di kala sedih dan ketika Anda curhat. Tapi pihak yang diputuskan adalah pihak yang cenderung ingin balikan karena tidak rela diputuskan begitu saja.

Perasaan ingin balikan membuat Anda galau dan terpuruk dalam kesedihan yang berlarut-larut bila tidak segera ditangani. Yang paling parah ketika Anda menjadi pihak yang diputuskan adalah segala perasaan tidak diinginkan dan dicampakkan yang Anda rasakan. Merasa diri Anda tidak dihargai dan dibuang begitu saja seenaknya, bisa membuat Anda menjadi sangat marah dan kecewa. Bahkan bisa jadi Anda akan “dendam” kepada mantan Anda dan melakukan hal-hal bodoh seperti mengancam, memaki dengan kasar, melakukan aksi teror, dsb. Ini sudah menjadi kasus umum yang bisa Anda lihat di sekitar Anda.

Jadi, yang mana yang Anda pilih? Tidak ada yang lebih baik dan menguntungkan, karena dalam sebuah perpisahan kedua belah pihak merasakan sakit yang sama. Yang membedakan hanyalah konsekuensi dari posisi tersebut. Analoginya, sama seperti ketika Anda mengendarai mobil dan menabrak seorang pejalan kaki. Mungkin orang tersebut luka parah dan harus masuk rumah sakit, tapi Anda juga membayar biaya pengobatannya, berurusan dengan polisi, atau mungkin digebukin oleh warga setempat. Tidak ada yang diuntungkan, baik Anda dan orang tersebut akan merasakan kerugian.

 

 

Cinta sebuah jalan

Cinta itu sebuah jalan...
Cinta itu bukan sekedar perasaan tapi sebuah komitmen
Perasaan bisa datang atau pergi kapan saja